Sifat dasar hewan yang ada pada diri manusia adalah makan, minum dan memenuhi nafsu syahwat. Jika seseorang tujuan hidupnya hanya hal di atas maka secara ruhani jiwanya telah menjadi hewan, walaupun wujud zahirnya adalah manusia.
Wujud batiniah manusia berasal dari tingkah laku (akhlak), jika jiwa manusia tidak dididik dan dibersihkan maka sifat-sifat binatang dalam dirinya menjadi dominan dan tidak terkendali.
Jiwa binatang pada manusia sangat banyak sekali, tergantung manusianya, mau dikembangkan dan subur sifat-sifat binatang tersebut, atau dikikis habis dan dibersihkan dari jiwa kita. Adapun sifat-sifat tersebut antara lain:
Nafsu Kalbiyah: Sifat Anjing, yaitu jiwa sifatnya yang suka memonopoli sendiri, suka menilai dan menghina orang lain.

Nafsu Himariyah: Jiwa Keledai, yaitu jiwa yang sanggup memikul beban apapun namun tidak mengerti secuil pun apa yang dipikulnya. Itulah simbol kebodohan dalam diri manusia.
Nafsu Sabu’iyah: Jiwa Srigala, yaitu jiwa yang sifatnya suka menyakiti atau menganiaya orang lain dengan cara apa pun.
Nafsu fa’riyah: Jiwa Tikus, yaitu jiwa yang sifatnya merusak, menilep, menggerogoti dan korupsi.
Nafsu Dzatis-suhumi wa hamati wal-hayati wal-aqrabi. Jiwa binatang penyengat berbisa sebagai ular dan kalajengking, yaitu jiwa yang sifatnya suka menyindir-nyindir orang, menyakiti hati orang lain, dengki, dendam, dan semacamnya.
Nafsu Khinziriyah: Jiwa Babi, yaitu jiwa yang sifatnya cenderung berbuat dosa dan maksiat, memakan dan meminum yang haram dan najis. Itulah perbuatan yang secara bathin sangat menjijikkan dan najis.
Nafsu Thusiyah: Jiwa Burung merak, yaitu jiwa yang sifatnya suka menyombongkan diri, suka pamer, berlagak-lagu, busung dada, dan sebagainya.
Nafsu Jamaliyah: Jiwa Onta yaitu jiwa yang mempunyai sifat tidak mempunyai sopan santun, kasih sayang, tenggang rasa sosial, tidak peduli dengan kesusahan orang lain, yang penting dirinya selamat dan untung.
Nafsu Dubbiyah: Jiwa Beruang, yaitu jiwa yang sifatnya biarpun kuat dan gagah, tapi akalnya dungu.
Nafsu Qirdiyah: Jiwa monyet yaitu jiwa yang sifatnya suka mengejek, mencibir, sinis, dan suka melecehkan/memandang enteng orang lain.
Ternyata dalam jiwa kita adalah kebun bintang yang besar isinya penuh dengan aneka hewan. Jika kita membiarkan sifat-sifat Hewani dalam diri kita, maka derajat kita secara bathin adalah hewan.
Jika sampai mati kita tidak bertaubat dan membersihkan jiwa, maka setelah meninggal dunia, wujud kita menjadi hewan sebagaimana sifat hewan yang paling menonjol di dalam Jiwa kita.

