Sejarah Warung Kopi


Cerita Ini Di angkat Dari Kisah Nyata

Versi Cerpen

Selama beberapa tahun Ku hanya iseng berjualan seperti hal nya pedagang musiman lain nya, berjualan takjil selama bulan Ramadhan saja,

lumayan lah bisa menambah pendapatan untuk kebutuhan lebaran ,Hingga suatu saat aku berfikir untuk mengembangkan nya, kenapa tidak menjadi Pedagang Tetap saja ? lantas ku coba meneruskan dengan berdagang 3 hari setelah lebaran, hasil nya cukup lumayan lantaran banyak pedagang lain yang sibuk dengan urusan lebaran dan yang pasti masih banyak pedagang yang pulang kampung.

Pundi pundi rupiah pun ku dapat kan, aneka ragam dagangan ku sajikan meski masih apa adanya dan dengan segala keterbatasan yang ada .Seperti aneka gorengan, nasi kuning dan satu dua jenis mie instan serta Seblak apa ada nya , yang kelak menjadi Kedai seblak nusantara yang kontroversial

next update

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai